aku tak bisa menangis,aku tak sedih,tapi lebih dari itu,mboh opo iki,tp yg jelas g enak n g nyaman,gak plong.perlu satu kata baru yang bisa mewakili ini.semprawut saat ku dapat kabar dia telah pergi untuk selamanya, tak ada kata lagi,tak ada air mata lagi, aku bingung harus seperti apa, tak sempat lagi meneteskan air mata, tak sempat lagi berkata apa-apa, mencoba untuk biasa,tapi hati ini tak mau diajak kompromi, dia terus berontak bersuara lantang tidak seperti biasa, "Ayo pulang dan peluk dia". ok,aku kalah,aku tak bisa melawannya,kali ini kumanjakan dia,tapi maaf hatiku,cuma ini yang bisa kulakukan,memeluk makamnya yg masih basah bertabur bunga2,smoga ini bisa menghiburmu.hatiku menjawab "ok gpp,saya senang kamu dah berusaha mengalah egoku".
hening..hening..hening...."tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkk" hati ku berteriak keras.kenapa tak bisa keluar air mata ini,biar dia tau,betapa menyesalnya aku.skrang ingin sekali kubunuh egoku,egoku sendiri. egoku yang sering mengajariku mengecewakanmu,tak peduli,seenaknya sendiri,mengajariku berkata "udah dulu ya,ku mu nonton film dulu","lagi males telfon besok aja","sori ku gak bisa pulang", semua kata2 itu yang dulu terasa wajar dan biasa aja sekarang menjelma jadi monster jahat,sangat jahat ternyata. dulu ak syank km,tapi tak sesayank sekarng setelah semuanya terlambat,bahkan bukan terlambat lagi tp benar2 tdk bisa masuk untuk selamanya..dulu aku ingin membuatmu bahagia tp ternyata itu hanya ada di niat dan realisasi nol besar. semoga doaku bisa membuatmu bahagia disana,meskipun tak seberapa.lihatlah akan kubunuh egoku buatmu ntul..pasti km sekarang hanay tersenyum sinis meledkku dan berkata "heemm,sudah terlambat"...penyesalan memang datang terakhir.terdengar klise tapi sangat benar adanya.
ntul oj di guyu yo aku nulis cengeng kayak gni..kw ki ancen mbuh kok...aku kangeeen,tp yo wis,tenang disana jo macem2!!!!
keep praying and be better... :)
BalasHapus